Playtest Convoy 3, 12 Agustus 2026. Mara Ellison, desainer jaringan dan audio.
Kabut di T20
Kami ingin tahu satu hal: apakah radio CB cukup untuk menjaga empat truk tetap berurutan di kabut tebal, tanpa penanda di layar. Convoy tidak punya minimap. Yang ada cuma suara, klakson, dan lampu belakang.

Lantern ke semua. Masuk kabut di T19. Lampu kabut nyala, jarak dua tiang.
Teapot dengar. Aku lihat lampumu, lalu hilang.
Paperweight paling belakang. Aku tidak lihat siapa pun.
Jarak truk 1 ke truk 4 saat itu 260 m. Di kabut seperti ini lampu belakang terlihat sampai 70 m.Pelan saja. T20 tusuk konde ke kiri. Aku klakson dua kali di puncak tikungan.
Dengar klakson. Itu kamu atau gema?
Gema di dinding tebing terlalu keras. Kami turunkan 6 dB dan beri jeda 0,4 detik.Itu aku. Gemanya datang belakangan.
Oke, ada merah di depan. Merah siapa?
Pertanyaan paling sering di sesi ini. Sekarang tiap kelas truk punya pola lampu belakang sendiri.Merahku. Tetap di situ, jangan menyusul.
Yang kami ubah: pola lampu belakang per kelas, gema yang lebih pendek, dan jangkauan CB turun dari 3 km ke 2 km saat kabut. Jangkauan yang lebih pendek memaksa konvoi tetap rapat, dan di sesi berikutnya keempat truk sampai T34 tanpa terpisah.


